Kamis, 28 April 2016

MARS ADIWIYATA SMANDELA SURABAYA



SISINGKAN LENGAN BAJU KITA
MENINKATKAN SUMBERDAYA MANUSIA
SMA NEGERI DELAPAN SURABAYA
MENCETAK KADER LINGKUNGAN BERSAHAJA

HIJAU INDAH BERSIH NYAMAN
CIPTAKAN HIDUP BERBUDAYA LINGKUNGAN
KOMPOSTER BIOPORI  DITERAPKAN
TAMAN HIJAU WUJUDKAN SEKOLAH IDAMAN

BERFIKIR KREATIF
BERKREASI DAN BERKARYA
BERINOVASI  DENGAN SENANGNYA

TANAMKAN KESADARAN,
JAGA LESTARI LINGKUNGAN
BERPRESTASI  ADIWIYATA

DI SMA NEGERI DELAPAN SURABAYA
SMANDELA........ ADIWIYATA.
Syair/Lagu : Dimas Hartono


Rabu, 20 April 2016

Puisi Kartini

                                                            Karya :  Dimas Hartono


Ibu kartini kisah bersejarah
Tak dapat ku tulis dengan kata-kata
Tak dapat kulukis di luasnya dunia
Karena perjuanganmu sejajarkan wanita

Ketulusanmu teladan bagi insani
Cita-cita luhurmu cerminan budi kami
Karenamu penyambung antar generasi
Keperkasaanmu bangkitkan semangat kami

Hari ini perjuanganmu kukenang
Menyikap gelap terbitkan terang
Kuraasaakaan hadirmu saat harapan hilang
Semangat kebayamu wanita Indonesia terpandang

Demi kebaangkitaan kaum wanita
Sejaajaarkan kami di mata dunia
Engkau rela mengorbankan jiwa dan raga
Menjujung tinggi derajat wanita indonesia

Kini engkau telah tiada baru terasa
Bahwa kehadiranmu sungguh berharga
Gugur sebagai pahlawan bangsa
Teladan Inspirasi wanita Indonesia





Oleh: Pauline Angelina

Hujan tiada berhenti
Kabut perlahan menyelimuti
Adat dan budaya berpilih kasih
Hak perempuan pun dibatasi

Tangis membanjir di pipi
Tak ada satu pun peduli
Sekalipun rintihan bertubi-tubi
Para insan berpura-pura tuli

Perempuan dikekang
Perempuan dilarang
Perempuan terbuang
Perempuan terbelakang

Lemah tak berdaya
Melawan pun tak kuasa
Hanya dapat berpasrah
Menerima siksaan jiwa

Dan semua itu kini sirna
Berkat sang putri ksatria
Wahai Kartini yang mulia
Jasamu sungguh tiada tara

Perempuan bebas
Perempuan lepas
Perempuan setara
Perempuan merdeka

Tak ada lagi luka
Tak ada lagi duka
Semua telah sirna
Berkat sang putri ksatria

Inilah hasil perjuangan
Jerih payah dalam pergolakan
Wahai Kartini yang diagungkan
Kau putri ksatria pujaan perempuan




Penulis: Salva

habis gelap terbitlah terang
hal itulah yang ada di benakmu
dimana tidak ada pembatas
antara kita dan mereka

ingin kau hapuskan pembatas itu
ingin kau tunjukan pada meraka
bahwa tiada yang beda antara
kau kami dan mereka

kau korbankan jiwa ragamu
hidup matimu hanya untuk itu
kau percaya semangat
bahwa kami bisa yang mereka lakukan

usaha semangatmu tak pernah padam
walau banyak caci maki menghadang
kau ingin hapuskan dinding perbedaan
untuk selama-lamanya

hingga pada akhirnya kami pun
memetik hasil jerih payahmu

kartini kau tunjukan kau bisa
Kartini kau inspirasi kami
kartini kau inspirasi wanita negri ini
kartini kau ibu bagi kami

terima kasih atas jasa-jasamu
jasa-jasa yang telah menuntun kami
menjadi orang yang pantang menyerah
menjadi orang yang tak putus asa

terima kasih kartini

doa kami selalu bersamamu

Jumat, 15 April 2016

Buku Tanya Jawab Ekuivalensi



Baca buku tanya jawab ini untuk memahami permendikbud nomor 4 tahun 2015
Buku panduan dapat di download di website P2TK Dikdas Download disini



Permedikbud nomor 4 tahun 2015 tentang Ekuivalensi kegiatan pembelajaran/pembimbingan bagi guru yang bertugas pada smp/sma/smk yang melaksanakan kurikulum 2013 pada semester pertama menjadi kurikulum tahun 2006 pada semester kedua tahun pelajaran 2014/2015Download disini

Cara Cek SK TPP Semester 1 Tahun Ajaran 2015/2016     Download disini

Surat Edaran Penyaluran Tunjangan 2016

Surat Edaran Penyaluran Tunjangan 2016




sumber: http://223.27.144.195:8081/

Cara Cek SK TPP Semester 1 Tahun Ajaran 2015/2016


Cek SK TPP Semester 1 Tahun Ajaran 2015/2016

Status penerbitan SK TPP semester 1 tahun ajaran 2015/2016 dan data guru dapat dicek melalui laman Info PTK secara online.
Surat Keputusan (SK) penerima Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) bagi guru bersertifikasi diterbitkan setiap enam bulan sekali atau per semester. SK TPP yang terbit di semester 1 tahun ajaran 2015/2016 ini sebagai dasar pembayaran tunjangan profesi guru triwulan III dan IV, yaitu Juli sampai Desember 2015.

Baca juga: Jadwal Pencairan TPG Triwulan III Tahun 2015

Status penerbitan SK TPP semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 dan data guru dapat dicek melalui laman Info PTK atau Lapor Tunjangan Dikdas secara online. Untuk melihat status penerbitan SK TPP dan data guru dapat mengunjungi salah satu laman berikut ini:


Untuk login cek data guru, dapat menggunakan NUPTK, NRG atau NIK sebagai username dan menggunakan tanggal lahir sebagai password. Misalnya tanggal lahir 12 Nopember 1978 maka password yang digunakan adalah 19781112.

Penerima tunjangan profesi harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan, utamanya memiliki beban mengajar minimal 24 jam tatap muka dalam sepekan. Penerbitan SK TPP didasarkan pada data yang telah dikirim melalui aplikasi Dapodik.

Dirjen Dikdasmen Kemendikbud telah menghimbau seluruh sekolah melakukan pemutakhiran data semester 1 tahun ajaran 2015/2016 dan mengirimkan ke server Dapodik Pendidikan Dasar dan Menengah paling lambat tanggal 15 September 2015.



Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2015/09/cek-sk-tpp-semester-1-tahun-ajaran-2015-2016.html#ixzz45qoEo4Ej

Kamis, 14 April 2016

Resensi

Resensi


       Semakin hari, buku semakin bayak di terbitkan, baik penerbit yang sudah Punya nama maupun yang masih baru .tentu saja tidak semua buku itu dapat Diketahui dengan cepat oleh masyarakat. Untuk itu buku tersebut perlu dipertimbangkan dan di laporkan kepada masyarakat luas sebagai calon pembaca dalam bentuk resensi. Berikut ini akan dibeberkan segi-segi yang mendasar tentang resensi buku .

A.     Pengertian Resensi

 Pengertian resensi pada dasarnya resesi merupakan pelaporan dan pertimbanganberdasrkan segala segi; manfaatnya,  baik-buruknya, penting tidaknya,cermat  sembrononya ,benar salahnya , kuat lemahnya, bahasany, tata urutan, penampilan logika, suatu topic/peristiwa, bahkan sangat mungkin sampai gambar sampul buku yang diresensi. Berikut beberapa definisi resensi;
1.   Tulisan yang berupa uraian atau ulasan mengenai nilai atau mutu sebuah buku yang berisi  pertimbangan baik buruknya suatu buku.
2.   Ulasan mengenai keunggulan dan kelemahan atau tentang baik dan buruknya suatu buku.
3.   Suatu tulisan atau ulasan mengenai sebuah buku tentang baik dan buruknya buku sekaligus memberikan bahan pertimbangan apakah buku tersebut layak dibaca atau tidak.
4.   Merupakan pertimbangan, pembicaraan, ulangan, penilaian terhadap buku, karya seni, karya sastra, dan sebagainya.
B.   Tujuan Resensi.
      1.  Memberikan rangsangan kepada pembaca agar membaca dan memiliki buku yang diresensi.
      2.      Dapat membantu pengarang memperkenalkan bukunnya
      3.   Secara tidak langsung dapat membentu penerbit untuk mempublikasi kan buku tersebut.
C.   Komposisi Resensi.
      1.    Identitas buku
      Meliputi; judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tempat dan tahun terbit, dan tebal buku.
      2.      Latar belakang buku
         Dimulai dengan tema buku dan secara singkat dilengkapi dengan diskripsi buku.
      3.      Macam atau jenis buku
      4.    Keunggulan buku
         Meliputi; kerangka karangan, isi, bahasa, serta teknik penulisan buku.
      5.      Nilai buku
Sebelum menilai buku, penulis resensi harus dapat membandingan buku lain yang sejenis atau dari hasil tulisannya yang terdahulu.
      6.    Kesimpulan yang mengarah kepada tujuan pembuatan resensi yakni buku tersebut layak dibaca atau tidak. 

    Contoh:                                           Resensi novel
                       
 


D.    Menyusun Resensi Novel      

Resensi juga disebut timbangan buku adalah ulasan yang memberikan timbangan  atau penilaian terhadap buku yang baru diterbitkan. Hal ini untuk memberikan penilaian apakah buku tersebut  baik atau tidak untuk dibaca.
Ulasan-ulasan yang diberikan oleh seorang penulis resensi atau resensator haruslah obyektif dan yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
1.   Jenis Buku
    Yang dimaksud jenis buku adalah resensator harus mengklasifikasikan buku yang     bersangkutan termasuk buku fiksi atau non fikasi. Jika buku tersebut termasuk fiksi      harus disebutkan bentuknya, apakah roman,novel, atau yang lainya.
2.   Kemurnian Ide
      buku yang diresensi merupakan ide murni dari penulisnya atau jiplakan dari buku lain             yang pernah terbit.
3.   Bentuk
      Bentuk atau formatnya, apakah bentuknya praktis,  ilustrasi covernya menarik, kertas           yang dipakai, jenis huruf dan sebagainya.
4.   Isi dan Bahasa
      dari segi isi , resensator mengulas unsure intrinsiknya, sedangkan dari segi bahasa,    dilihat dari struktur kalimat, gaya bahasa, ungkapan, dan sebagainya. Apakah       bahasanya komunikatif, segar, enak dibaca dan sebagainya.
5.   Kesimpulan.
      Resensator menyimpulkan apakah buku itu baik, perlu dibaca atau tidak.

E.   Menulis  Resensi Buku-Buku Nonfiksi
      Pada dasarnya prinsip resensi buku adalah mencari tema pokok dari buku yang diresensi. Caranya dengan memberikan uraian dalam bentuk ringkasan,ulasan, atau kajian dari setiap persoalan yang disusun secara padat dan jelas.
  Ada beberapa tipe atau bentuk resensi yang semuannya bertujuan menginformasikan isi buku yang diresensi. Tetapi setiap bentuk tetunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tipe-tipe resensi sebagai berikut:
1.    Meringkas
      Memilih hal-hal yang menonjol yang terdapat dalam buku tersebut, dan sejumlah masalah yang dirasa penting dipilih dan dipadatkan dalam satu uraian.
2.    Menjabarkan
  Menerangkan keseluruhan isi buku melalui pemahaman yang dalam karena dalam resensi tipe ini seorang penulis resensi tidak boleh gegabah dalam memberikan ulasanya.
3.    Menganalisis
  Memberikan analisis atau ulasan baik dari segi penulisannya,cara memaparkannya maupun materi isi buku atau  segala aspek yang ada dalam sebuah buku sehingga analisis seorang penulis resensi dapat dipertanggung jawabkan.
4.    Membandingkan (komparasi)
      Membandingkan antara buku yang satu dengan buku yang lain. Hal yang dapat dibandingkan adalah materi, penampilan data, cara pemaparan, teknik penulisan, dan hal-hal yang perlu dibandingkan.
5.    Memberi Penekanan
      Buku yang dapat diresensi dengan cara ini adalah jenis buku-buku tulisan atau bunga rampai.
F.   Cara Menulis Resensi Buku Fiksi
       Cara Menulis Resensi Buku Non Fiksi tidak jauh berbeda dengan Cara Menulis Resensi Buku Fiksi, adapun Cara Menulis Resensi Buku Non Fiksi sebagai berikut:
1.   Judul resensi
2.   judul buku yang diresensi
3.   Nama pengarang buku tersebut. (bila buku tersebut merupakan buku terjemahan, tulislah judul, dan nama pengarang asli serta penerjemahnya).
4.   tebal/jumlah halaman
5.   tubuh resensi:
a.   Jenis buku yang diresensi
b.   Pokok persoalan dalam buku tersebut
c.   Tulislah alur atau kerangkanya
d.   Kesan/ulasan alur/kerangka tersebut
e.   Kemukakan kesan/ulasan mengenai penyajian buku tersebut, misalnya cukup mudah dicerna, berbelit-belit, atau monoton dan sebaginnya serta berilah alasannya.
f.     Sebutkan pula kata-kata atau kalimat yang menarik perhatian.
g.   Berilah momentary tentang ilustrasi, dan lain-lain,serta ajakan untuk menelusuri buku tersebut.

G.     Ciri-ciri Menulis Resensi Buku Non Fiksi
       1.   bersifat obyektif, logis, rasional empiris dan sekunder.
    2.   tidak mempertimbangkan gaya bahasa, bermakna denotative, lugas dan tidak      ambigu.
3.      Berfakta, lengkap, bermetode, berprosedur, dan memenuhi persyaratan penulisan ilmiah ( misalnya menggunakan bahasa baku, teknik benar, penyajian baik, metode tepat, dan format yang benar.


Rabu, 13 April 2016

RAPOR




Saat pembagian buku raport mungkin adalah saat yang paling ditunggu oleh semua siswa dan para orang tua, namun sudahkah mereka mengetahui akan fungsi dari buku raport itu sendiri ? Terkadang setelah buku raport diterima ada yang kemudian hanya diletakkan begitu saja tanpa ada perenungan untuk menentukan langkah apa yang perlu dilakukan kemudian. Sebenarnya buku raport punya fungsi yang cukup penting, baik bagi siswa, orang tua, guru maupun wali kelas. Berikut ini adalah fungsi buku raport :

1. Bagi Siswa :
a.       Mengetahui kemajuan hasil belajar diri
b.      Mengetahui konsep-kosep atau teori-teori yang belum dikuasai
c.       Memotivasi diri untuk belajar lebih baik
d.      Memperbaiki strategi belajar

2. Bagi Orang Tua

a.       Membantu anaknya belajar
b.      Memotivasi anaknya belajar
c.       Membantu sekolah untuk meningkatkan hasil belajar siswa
d.      Membantu sekolah dalam melengkapi fasilitas belajar di rumah

3. Bagi Guru Mata Pelajaran

Hasil penilaian digunakan guru untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam satu kelas. Hasil penilaian harus dapat mendorong guru agar mengajar lebih baik, dan membantu guru untuk menentukan strategi mengajar yang lebih tepat.

4. Bagi Wali Kelas

Setelah mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam kelas yang diampunya wali kelas dapat menentukan pengaturan tempat duduk, pembagian anggota kelompok belajar dan langkah strategis lainnya untuk membantu siswa meningkatkan kompetensi siswa atau membantu mengatasi kesulitan blajar siswa yang lemah.

Dengan mengetahui fungsi raport seperti yang sudah dituliskan diatas, semoga siswa, orang tua, guru maupun wali kelas dapat mengambil sikap yang tepat pada semester berikutnya agar terjadi peningkatan kompetensi siswa..

Saya yakin jika buku rapor dicermati dengan baik maka setiap semester akan terjadi peningkatan kompetensi atau peningkatan nilai yang diperoleh para peserta didik. Dengan catatan jika semua berjalan normatif dan tidak ada manipulasi dalam hal apapun, baik dalam proses maupun dalam pemberian nilai itu sendiri.Dan tentu saja jika kita semua mau belajar dari pengalaman.


Dokumen Penting yang Harus Disiapkan Pasca Lulus SNMPTN



Pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 sudah dilakukan. Bagi kamu yang lolos, kini saatnya untuk melanjutkan ke proses selanjutnya.

Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tempat peserta SNMPTN diterima biasanya akan meminta calon mahasiswanya untuk menyertakan beberapa dokumen dalam proses registrasi online di laman PTN terkait maupun dalam proses daftar ulang dan verifikasi akademis. Supaya kamu enggak kelupaan, mulai sekarang kamu bisa mulai menyiapkan beberapa dokumen penting yang menjadi syarat-syarat di setiap proses tersebut.

1.   Kartu peserta SNMPTN

Kartu ini adalah bukti yang menunjukkan bahwa kamu benar-benar menjadi peserta SNMPTN. Untuk keperluan registrasi online di PTN, scan kartu ini. Selain itu, kamu juga bisa memfotokopi kartu peserta tersebut agar memiliki salinannya. Simpan kartu peserta SNMPTN dengan baik dan jangan sampai hilang.


Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kartu pelajar adalah beberapa kartu identitas penting yang harus kamu siapkan. Selain itu, terdapat beberapa PTN yang meminta KTP kedua orangtua juga. Oleh karena itu, lakukan scan dan fotokopi pada kartu-kartu tersebut.

3.   Pasfoto

Siapkan pas foto dengan berbagai ukuran. Untuk latarnya sesuaikan dengan instruksi dari PTN yang bersangkutan.

4.   Rapor

Rapor akan digunakan PTN untuk memverifikasi nilai-nilai yang kamu dapatkan saat masih sekolah. Untuk itulah, fotokopi dan scan rapor hasil belajarmu saat SMA. Pastikan bahwa tidak ada manipulasi pada rapormu, sebab hal tersebut bisa membuatmu gugur dalam proses seleksi.

5.   Ijazah

PTN akan meminta ijazah sebagai bukti bahwa kamu telah menyelesaikan masa studi di SMA. Namun, proses tersebut dilakukan setelah pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN). Oleh karena itu, setelah pengumuman kelulusan UN nanti, kamu harus secepatnya mengurus ijazah atau surat pendukung lainnya, seperti Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHUN) atau surat keterangan lulus.

6.   Kartu Keluarga (KK)

Terdapat PTN yang memintamu untuk menyertakan kartu keluarga, khususnya bagi peserta jalur bidik misi. Oleh karena itu, siapkan kartu keluarga tersebut dalam bentuk yang sudah di-scan maupun fotokopiannya.

7.   Surat keterangan lainnya

Saat pengisian formulir, kamu biasanya diminta untuk menyertakan surat-surat keterangan, seperti surat keterangan kesehatan, surat keterangan kewarganegaraan, surat keterangan penghasilan orang tua, dan sebagainya. Mulai sekarang, kamu harus mulai menyiapkannya, sebab membutuhkan beberapa waktu untuk menyiapkan surat-surat tersebut. jika sudah, jangan lupa scan dan fotokopi surat keterangan tersebut.


Selain beberapa dokumen di atas, kamu harus melihat kembali persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan dalam proses penerimaan mahasiswa baru di PTN terkait. Pastikan bahwa kamu sudah mengisi formulir registrasi dengan lengkap dan benar. 

http://news.okezone.com/

Selasa, 12 April 2016

Jangan Buang Air Rebusan Mie Instan



 

Tidak sedikit sumber yang menyebutkan bahaya konsumsi mie instan. Menurut Guru Besar Depertemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Hardinsyah, ada tiga mitos terkait mie instan yang butuh di ketahui, di bawah ini.

1. Mengganti air rebusan mi instan atau merebusnya dua kali
       Menurut Hardinsyah, ganti air rebusan mi instan tak dibutuhkan.
Ia menambahkan kalau sebagian mie instan di Indonesia, Tepung terigunya telah mengandung asam folat yang baik untuk tubuh, serta asam folat itu malah larut di air, sampai bila dibuang automatis kita tak memperoleh asam folat tersebut.

2. Tubuh membutuhkan detik sekian hari untuk mengolah mi instan
Hardinsyah menyanggah mitos itu. Menurutnya, bila tubuh merasa tambah energi sesudah makan, berarti makanan itu di proses dengan baik oleh tubuh. Demikian sebaliknya, bila sesudah makan jadi terasa lemas, berarti makanan itu tak dapat diolah dengan baik.
Ia lalu memberikan, sesudah makan mi instan, badan bakal terasa tambah energi, yang berarti mi instan bisa segera di proses oleh tubuh.

3. Makan nasi dengan mi instan. Baik atau tak?
Jawabannya yaitu tak baik. Lantaran baik nasi serta mi instan keduanya sama karbohidrat. Hardinsyah merekomendasikan untuk meragamkan konsumsi makanan, umpamanya, mengonsumsi mi instan dengan telur dan sayur untuk menyeimbangkan konsumsi protein serta vitamin.

versus lain
Seperti ditulis media Jerman, dw. De, Kamis (12/3/2015), tersebut sebagian fakta mie instan beresiko pada tubuh.
ox-sizing: border-box; font-weight: 700; "Kurangi Kekuatan Badan Serap Gizi
Bila Anda makan mie instan serta sesudahnya menyantap makanan sehat seperti sayur serta buah, jadi badan akan tidak dapat menyerap semuanya kandungan gizi dari makanan sehat itu. Ini lantaran mie instan yang Anda mengkonsumsi, memengaruhi dengan cara negatif sistem pencernaan sampai sebagian jam sesudah dikonsumsi.

Mie instan biasanya mengandung bahan pengawet, zat anti beku, serta unsur lain yang berbentuk karsinogen atau dapat mengakibatkan kanker.
Lagipula, mie seduh instan umumnya dikemas dalam "cangkir plastik" yang mengandung zat penyebab kanker, plasticizer serta dioxin, serta dapat tercampur kedalam mie demikian diseduh dengan air panas.

Kandungan Natrium Berlebihan
Kadar natrium tinggi dapat mengakibatkan batu ginjal serta masalah ginjal yang lain. Konten rata-rata natrium pada sebungkus mie instan kian lebih 800 mg. Sedang menurut anjuran beberapa ahli kesehatan, jumlah konsumsi maksimum natrium / hari adalah 2400 mg.
Jadi seporsi mie instan saja sudah nyaris penuhi 1/2 dari jumlah konsumsi natrium yang dianjurkan.

Dampak Samping MSG
Mie instan juga kaya penyedap masakan MSG (monosodium glutamat). Ada yang alergi pada MSG, atau terasa sakit kepala atau sakit dada sesudah menyantap mie instan. Mengkonsumsi MSG juga berkorelasi dengan penyakit lain, termasuk juga kanker.

Mie instan umumnya diimbuhi zat anti beku seperti propylene glycol yang memiliki tujuan untuk menghindar mie jadi kering.

Konsumsi bahan aditif anti beku ini dipercaya menyebabkan beragam kemungkinan kesehatan, termasuk juga masalah hati, jantung serta ginjal dan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

http://www.liputan96.com/2016/04/jangan-buang-air-rebusan-mie-instan.html

Selasa, 22 Maret 2016

PENTINGKAH SWEEPING DILAKSANAKAN DISEKOLAH




Saat Razia, Isi Tas Siswi SMA Ini Membuat Para Gurunya Menangis!

Pihak sekolah SMA Putri di kota Shan’a’ yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan adanya pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas. Sebagaimana yang ditegaskan oleh salah seorang pegawai sekolah bahwa tentunya pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti: telepon genggam yang dilengkapi dengan kamera, foto-foto, surat-surat, alat-alat kecantikan dan lain sebagainya. Yang mana seharusnya memang sebuah lembaga pendidikan sebagai pusat ilmu bukan untuk hal-hal yang tidak baik.

Lantas pihak sekolah pun melakukan sweeping di seluruh kelas dengan penuh semangat. Mereka keluar kelas, masuk kelas lain.
Sementara tas para siswi terbuka di hadapan mereka. Tas-tas tersebut tidak berisi apapun melainkan beberapa buku, pulpen, dan peralatan sekolah lainnya..

Semua kelas sudah dirazia, hanya tersisa satu kelas saja. Dimana kelas tersebut terdapat seorang siswi yang menceritakan kisah ini.
Seperti biasa, dengan penuh percaya diri tim pemeriksa masuk ke dalam kelas. Mereka lantas meminta izin untuk memeriksa tas sekolah para siswi di sana. Pemeriksaan pun dimulai..

Di salah satu sudut kelas ada seorang siswi yang dikenal sangat tertutup dan pemalu. Ia juga dikenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan dan santun. Ia tidak suka berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia suka menyendiri, padahal ia sangat pintar dan menonjol dalam belajar..

Ia memandang tim pemeriksa dengan pandangan penuh ketakutan, sementara tangannya berada di dalam tas miliknya. Semakin dekat gilirannya untuk diperiksa, semakin tampak raut takut pada wajahnya.
Apakah sebenarnya yang disembunyikan siswi tersebut dalam tasnya?!

Tidak lama kemudian tibalah gilirannya untuk diperiksa..
Dia memegangi tasnya dengan kuat, seolah mengatakan demi Allah kalian tidak boleh membukanya!
Kini giliran diperiksa, dan dari sinilah dimulai kisahnya…
“Buka tasmu wahai putriku..”
Siswi tersebut memandangi pemeriksa dengan pandangan sedih, ia pun kini telah meletakkan tasnya dalam pelukan..
“Berikan tasmu..”
Ia menoleh dan menjerit, “Tidak…tidak…tidak..”
Perdebatan pun terjadi sangat tajam..
“Berikan tasmu..” …
“Tidak..”
“Berikan..”
“Tidak..”
Apakah sebenarnya yang membuat siswi tersebut menolak untuk dilakukan pemeriksaan pada tasnya?!

Apa sebenarnya yang ada dalam tas miliknya dan takut dipergoki oleh tim pemeriksa?!


Keributan pun terjadi dan tangan mereka saling berebut. Sementara tas tersebut masih di pegang erat dan para guru belum berhasil merampas tas dari tangan siswi tersebut karena ia memeluknya dengan penuh kegilaan!

Spontan saja siswi itu menangis sejadi-jadinya. Siswi-siswi lain terkejut. Mereka melotot. Para guru yang mengenalnya sebagai seorang siswi yang pintar dan disiplin terkejut melihat kejadian tersebut..

Tempat itu pun berubah menjadi hening..
Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi dan apa gerangan yang ada di dalam tas siswi tersebut. Apakah mungkin siswi tersebut…??

Setelah berdiskusi ringan, tim pemeriksa sepakat untuk membawa siswi tersebut ke kantor sekolah, dengan syarat jangan sampai perhatian mereka berpaling dari siswi tersebut supaya ia tidak dapat melemparkan sesuatu dari dalam tasnya sehingga bisa terbebas begitu saja..

Mereka pun membawa siswi tersebut dengan penjagaan yang ketat dari tim dan para guru serta sebagian siswi lainnya. Siswi tersebut kini masuk ke ruangan kantor sekolah, sementara air matanya mengalir seperti hujan.
Siswi tersebut memperhatikan orang-orang disekitarnya dengan penuh kebencian, karena mereka akan mempermalukannya di depan umum.

Karena perilakunya selama satu tahun ini baik dan tidak pernah melakukan kesalahan dan pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan dengan penuh santun, kepala sekolah juga memohon agar para guru meninggalkan ruangannya sehingga yang tersisa hanya para tim pemeriksa saja..

Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, “Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?”

Di sini, dalam sekejap siswi tersebut simpati dengan kepala sekolah dan membuka tasnya.

Di dalam tas tersebut tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu semua tidak ada!
Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa-sisa roti..
Yah, itulah yang ada dalam tas tersebut.

Setelah merasa tenang, siswi itu berkata, “Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para siswi yang mereka buang di tanah, lalu aku kumpulkan untuk kemudian aku makan dengan sebagiannya dan membawa sisanya kepada keluargaku. Ibu dan saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu untuk mereka santap di siang dan malam hari bila aku tidak membawakan untuk mereka sisa-sisa roti ini.."

"Kami adalah keluarga fakir yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang peduli pada kami..," ujar siswi tersebut sambil menunduk malu.

"Inilah yang membuat aku menolak untuk membuka tas, agar aku tidak dipermalukan di hadapan teman-temanku di kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku di sekolah, sehingga kemungkinan hal tersebut menyebabkan aku tidak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali kepada Anda semua atas perilaku saya yang tidak sopan..”
Saat itu juga semua yang hadir di ruangan tersebut tak kuasa menahan air mata, bahkan beberapa guru menangis sambil memeluk siswi tersebut.

Maka tirai pun ditutup karena ada kejadian yang menyedihkan tersebut, dan kita berharap untuk tidak menyaksikannya.
Karenanya wahai saudara dan saudariku, ini adalah satu dari tragedi yang kemungkinan ada di sekitar kita, baik itu di lingkungan dan desa kita sementara kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita terkadang berpura-pura tidak mengenal mereka.

Wajib bagi seluruh sekolah dan pesantren untuk mendata kondisi ekonomi para santri-santrinya agar orang yang ingin membantu keluarga fakir miskin dapat mengenalinya dengan baik.
Kita memohon kepada Allah agar tidak menghinakan orang yang mulia dan memohon pada-Nya agar Dia selalu menjaga kaum Muslimin di setiap tempat.


Sumber: Majalah Islam Internasional Qiblati , www.cintaislami.com

Jumat, 11 Maret 2016

EYD TERBARU 2016


MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang     :   a.   bahwa sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan,teknologi, dan seni, penggunaan bahasa Indonesia dalam beragam ranah pemakaian, baik secara lisan maupun tulisan semakin luas;
                            b.   bahwa untuk memantapkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara, perlu menyempurnakan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia;
                            c.   bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia;


Selengkapnya download disini