Selasa, 30 Juli 2013

CARA MEMBUAT PUISI MENJADI BENTUK PROSA / PARAFRASE

Puisi adalah karangan yang bentuknya terikat dan bahasanya singkat, tetapi bermakna. Bentuknya terikat karena di dalam puisi mempunyai aturan-aturan, yaitu:
a)     Diikat adanya bait.
b)     Diikat adanya larik atau baris tiap bait.
c)     Diikat adanya jumlah suku kata tiap larik atau baris.
d)     Diikat adanya sajak atau rima, yaitu persamaan bunyi.
e)     Diikat adanya irama atau pertentangan bunyi.

Prosaadalah suatu karangan yang bentuknya bebas dan bahasanya terurai. Bentuknya bebas karena tidak adanya aturan khusus. Bahasanya terurai artinya kata disesuaikan dengan kalimat sehingga mudah dipahami.
Kamu harus tahu, bahwa mengubah puisi menjadi prosa disebut paraphrase puisi. Paraphrase bisa disebut mengungkapkan kembali suatu puisi dalam bentuk lain, tetapi tidak mengubah makna puisi. Langkah-langkah saat kamu memparafrasekan puisi adalah sebagai berikut.
a.     Membaca puisi tersebut secara cermat.
b.     Memperhatikan kata-kata yang sulit dalam puisi tersebut.
c.     Mengungkapkan isi puisi tersebut berdasarkan kata-kata sulit itu.

Ayo, perhatikan contoh paraphrase berikut ini.
Tuhan Telah Menegurmu
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat anak-anak yang kelaparan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat semayup suara adzan
Setelah diparafrase menjadi:
Tuhan telah menegurmu
(Tahukah) Tuhan (kini) telah menegurmu (hai manusia) dengan cukup sopan
Lewat (perut) anak-anak (jalanan) yang kelaparan
(Dengarkan) Tuhan telah menegurmu (lagi) dengan cukup sopan
Lewat semayup (kumandang) suara adzan

Kali ini kamu akan belajar cara merubah puisi menjadi bentuk prosa. Tahukah kamu, bagaimana cara nya ??? Cara nya sebagai berikut.
1.     Bacalah puisi berkali-kali hingga kamu paham akan isinya.
2.     Tambahkan kata-kata atau tanda baca-tanda baca yang sengaja dihilangkan penyairnya. Ingat, penambahan kata-kata atau tanda baca harus sesuai dengan pemahamanmu terhadap isi puisi. Penambahan kata-kata atau tanda baca ditulis dalam tanda kurung.
3.     Ubahlah puisi (beserta kata-kata san tanda baca yang telah kamu tambahkan tadi) kedalam bentuk prosa.

Contoh:



Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu

"Ini dari kami bertiga
Pita hitam padakarangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi".

                                                                                                                                                                Karya: Taufik Ismail

Dalam bentuk yang seperti itu, sulitlah bagi kita untuk mengubahnya menjadi bentuk prosa atau memparafrasekan . Dalam puisi tersebut terdapat bagian-bagian yang sengaja dihilangkan oleh pengarangnya. Tugas kita sekarang adalah mengembalikan bagian-bagian yang dihilankan oleh pengarangnya tersebut. Mari kita tambah dengan kata-kata dan tanda baca yang sesuai.

KARANGAN BUNGA

(Ada) tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu(,)
Datang ke Salemba
(Pada) sore itu(.)

(Mereka berkata sambil menyerahkan sebuah karangan bunga(:)
"Ini dari kami bertiga(,)
Pita hitam pada (sebuah) karangan bunga(.)
Kami serahkan ini(,) sebab kami ikut berduka
Bagi kakak (kami) yang ditembak mati
(Pada) Siang tadi".

Setelah lengkap seperti itu, mudahlah bagi kita untuk mengubahnya menjadi prose / memparafrasekan. Parafrase puisi Taufik Ismail tersebut kurang lebih seperti berikut.

   Pada suatu sore, datanglah tiga anak kecil ke Salemba dalam langkah malu-malu. Mereka menyerahkan sebuah karangan bunga yang berpita hitam. Karangan bunga itu diserahkan sebagai tanda ikut berduka cita terhadap kakak mereka (orang yang mereka anggap kakak), yang telah ditembak mati pada siang hari itu.



Poskan Komentar